Jeddah,17/1 (Pinmas)--Ini adalah cerita tentang petugas yang nyaris kewalahan melayani para jamaah. Tapi dengan arif dan penuh kesabaran para petugas haji Jeddah berhasil meredam jamaah yang kalap karena kelelahan dan stres menanti pulang ke Tanah Air dan sangat rindu kampung halaman, sehingga banyak jamaah yang ada kalanya emosional dan sensitif.
Sebutlah kejadian hari Selasa lalu (15/1) para petugas di sekretariat Daker Jeddah sempat kalang kabut. Pasalnya, ada seorang jamaah yang stress sempat melarikan diri dan mengamuk mau bunuh diri. Waktu itu menjelang Maghrib, seorang jamaah bernama Mappaisi baru tiba di BPHI Jeddah. Seorang petugas kesehatan Fajaruddin menangani pasien tersebut. Ketika itu petugas sedang mengambil air, tapi baru sejenak tanpa diduga sang pasien tiba-tiba ke luar dan terus berlari ke jalan raya. Beruntung seorang petugas dari MCH melihat larinya sang pasien, maka secara spontan iapun berlari mengejar. Celakanya yang dikejar malah berlari semakin kencang dan menghilang. Sementara petugas lain segera ikut mencari, untungnya pula ada seorang Arab melihat sang pasien. Ketika ditemukan sanga pasien sudah membuang sarung dan menutup dirinya dengan karpet di sudut jalan sedang merebahkan diri. Akhirnya petugas menggotong sang pasien kembali ke Hotel New Riyadh, tempat secretariat Pusdalop Daker Jeddah.Akan tetapi, setiba di hotel sang pasien berontak lagi ketika mau disuntik obat penenang. Dua kali disuntik obat penenang rupanya tidak mempan, sang pasien malah bangun dan mengambil kaca meja sambil mengacungkannya ke hadapan petugas sambil berucap “Nih aku bunuh diri saja ya..” Kontan petugas yang ada di sekitar pun berlarian, khawatir kaca dilemparkan tanpa arah. Pihak PAM pun sempat menyiapkan borgol, karena khawatir Mappaisi, sang pasien itu, terus mengamuk.Untunglah saat itu petugas kesehatan Fajaruddin dibantu petugas layanan umum Irwan Syarif dengan bijak membujuk Mappaisi yang sedang kalap. Pelan tapi pasti Mappaisi akhirnya jinak, lalu dibantu para petugas lain ia didudukkan di kursi. Sekali lagi Fajar denga penuh arif dan sabar membujuknya sambil menghibur dengan cerita-cerita tentang kampung halaman. Mappaisi pun akhirnya mau makan, minum, dan tertidur setelah hampir dua hari tidak mau makan dan tidur. “Alhamdulillah, ternyata sikap sabar dan arif mampu meluluhkan hati orang kalap,”celetuh Fajar. Mappaisi adalah jamaah asal Makassar , yang terlibat kasus penusukan jamaah haji lain di Makkah dan sempat dimasukkan ke RS Jiwa Arab Saudi. Ia kemudian dilepaskan dan akan dipulangkan ke Tanah Air bersama rombongan kloter UPG-31. Ketika saat di antar ke Bandara King Abdul Aziz Jedah untuk pulang ke Indonesia , Mappaisi sempat mengucapkan terimakasih sambil tertawa-tawa dan melambaikan tangan berpamitan dengan semua petugas di hotel New Riyadh. (mr)